Beberapa bulan lalu golden retriever saya yang baru lima bulan tiba-tiba sering ngesot pantatnya ke lantai. Saya pikir cuma iseng atau gatal biasa. Dua hari kemudian dia muntah, dan di muntahannya ada benang putih kecil yang masih menggeliat. Cacing gelang. Dari situ saya sadar cacingan bukan cuma soal perut buncit, dan jadwal obat cacing bukan sekadar formalitas yang cuma dicentang di buku kesehatan anak anjing.

Kenapa Cacingan Sering Baru Ketahuan Saat Sudah Parah

Cacing dewasa menetap di usus dan makan dari makanan yang seharusnya jadi nutrisi anjingmu. Masalahnya, anjing yang kena cacingan jarang langsung terlihat sakit. Dia tetap makan, tetap lari-larian, tetap minta jajan. Baru setelah beberapa minggu badannya mulai kurus padahal makannya banyak, bulunya kusam, atau perutnya membuncit. Anak anjing lebih cepat ambruk karena cadangan nutrisinya masih sedikit.

Jenis Cacing yang Paling Sering Menyerang Anjing

Ada lima jenis yang paling umum di anjing peliharaan Indonesia. Masing-masing punya jalan masuk yang beda, jadi cara mencegahnya juga beda.

Cacing gelang (roundworm). Paling sering ditemukan, terutama di anak anjing. Anak anjing bisa tertular sejak lahir lewat plasenta atau air susu induknya. Bentuknya panjang dan putih kekuningan mirip spageti, dan sering kelihatan keluar lewat muntahan atau tinja.

Cacing tambang (hookworm). Ukurannya kecil tapi berbahaya karena mengisap darah dari dinding usus. Anak anjing yang kena bisa anemia, gusinya pucat, dan lemas. Larvanya bisa menembus kulit telapak kaki, jadi anjing yang sering main di tanah lembap lebih berisiko.

Cacing pita (tapeworm). Pipih dan bersegmen, mirip butiran beras yang menempel di bulu sekitar anus. Penularannya lewat kutu, anjing menelan kutu yang membawa telur cacing pita saat menjilati tubuhnya. Makanya cacing pita jarang muncul tanpa ada masalah kutu lebih dulu.

Cacing cambuk (whipworm). Tinggal di usus besar dan memicu diare yang kadang bercampur lendir atau darah. Telurnya luar biasa tahan di tanah, bisa bertahan bertahun-tahun, jadi halaman yang pernah terkontaminasi sulit dibersihkan tuntas.

Cacing jantung (heartworm). Paling berbahaya dan beda dari yang lain. Ditularkan lewat gigitan nyamuk, lalu cacingnya tumbuh di jantung dan pembuluh darah paru-paru. Gejalanya muncul pelan, batuk, cepat lelah, berat badan turun, dan sering baru ketahuan saat sudah parah. Pengobatannya mahal dan berisiko, jadi jauh lebih baik dicegah.

Jangan pernah kasih obat cacing manusia ke anjing. Dosis dan bahan aktifnya beda, dan beberapa ras seperti collie, Australian shepherd, serta keturunannya punya mutasi gen MDR1 yang bikin mereka sangat sensitif terhadap ivermectin. Selalu pakai obat cacing khusus anjing sesuai arahan dokter hewan.

Gejala Cacingan yang Perlu Kamu Perhatikan

Gejalanya beda-beda tergantung jenis dan jumlah cacingnya, tapi ada beberapa tanda yang paling sering muncul.

  • Perut buncit, terutama di anak anjing
  • Berat badan turun atau susah naik padahal makan normal
  • Muntah atau diare, kadang disertai cacing
  • Bulu kusam dan kasar
  • Sering ngesot pantat ke lantai
  • Batuk kronis (khas cacing jantung)
  • Gusi pucat karena anemia (khas cacing tambang)

Kalau anjingmu menunjukkan beberapa tanda di atas sekaligus, atau kamu melihat cacing langsung di tinja atau muntahannya, bawa sampel tinjanya ke dokter hewan. Pemeriksaan feses bisa memastikan jenis cacingnya sebelum kamu kasih obat, karena tidak semua obat cacing membunuh semua jenis cacing, obat untuk cacing pita beda dari obat untuk cacing gelang. Sebagian gejala ini juga mirip tanda penyakit umum pada anjing lainnya, jadi jangan asal menebak sendiri.

Jadwal Pemberian Obat Cacing yang Benar

Jadwalnya beda antara anak anjing dan anjing dewasa. Untuk anak anjing, mulai dari umur 2 minggu, lalu ulangi tiap 2 minggu sampai umur 12 minggu. Setelah itu tiap bulan sampai umur 6 bulan, kemudian lanjut tiap 3 bulan. Di rentang umur yang sama biasanya anak anjing juga menjalani jadwal vaksinasi anjing, jadi kunjungan ke dokter hewan bisa digabung. Kalau ini anak anjing pertamamu, urutan perawatan lengkapnya ada di panduan merawat anak anjing.

Untuk anjing dewasa, standar amannya tiap 3 bulan. Anjing yang sering keluar rumah, kontak dengan anjing lain, atau suka menjilat tanah sebaiknya tetap di jadwal 3 bulan. Anjing yang tinggal serumah dengan anak kecil atau ibu hamil juga disarankan lebih rajin, karena cacing gelang bisa menular ke manusia dan memicu toxocariasis.

Khusus cacing jantung, pencegahannya bulanan, bukan 3 bulanan. Obatnya bisa tablet kunyah seperti NexGard Spectra atau Heartgard, atau obat tetes seperti Advocate. Tanyakan ke dokter hewan mana yang paling cocok, karena sebagian produk sekaligus menangani kutu dan cacing usus.

Kalau kamu sering lupa jadwal 3 bulanan, pakai produk pencegahan bulanan yang menggabungkan obat kutu, cacing usus, dan cacing jantung dalam satu dosis. Lebih simpel dan lebih sulit terlewat.

Cara Mencegah Cacingan di Rumah

Obat cacing saja tidak cukup kalau lingkungannya kotor. Ambil dan buang tinja anjing setiap hari, telur cacing keluar lewat tinja dan bisa mengontaminasi tanah selama bertahun-tahun. Cuci tangan setelah pegang anjing atau membersihkan kandangnya. Jangan kasih daging mentah karena bisa jadi sumber cacing pita; masak dulu sampai matang.

Kutu juga harus dikendalikan, sebab kutu adalah penular utama cacing pita. Kalau anjingmu kena kutu, basmi sampai tuntas dulu, baru masalah cacing pitanya tidak kambuh terus-menerus.

Buat daftar vitamin, suplemen, dan produk pencegahan parasit yang umum dipakai, kamu bisa cek rekomendasi produk kesehatan anjing. Pilih yang sesuai kebutuhan anjingmu, bukan sekadar yang paling murah.

Apakah cacingan pada anjing bisa menular ke manusia?

Bisa. Cacing gelang dan cacing tambang termasuk zoonosis. Telur cacing bisa tertelan manusia lewat tangan yang kotor setelah menyentuh tanah atau bulu anjing yang terkontaminasi, dan bisa memicu toxocariasis. Karena itu cuci tangan rutin dan beri obat cacing anjing secara teratur, apalagi kalau di rumah ada anak kecil.

Berapa kali anjing dewasa harus diberi obat cacing?

Umumnya tiap 3 bulan. Anjing yang sering keluar rumah atau tinggal dengan anak kecil kadang disarankan lebih sering, tapi ikuti rekomendasi dokter hewan sesuai gaya hidup anjingmu.

Apakah anjing yang selalu di dalam rumah tetap bisa cacingan?

Bisa. Telur cacing bisa terbawa lewat sepatu atau pakaian dari luar, dan cacing jantung ditularkan lewat nyamuk yang bisa masuk ke dalam rumah. Anjing rumahan tetap perlu obat cacing rutin, meski frekuensinya bisa disesuaikan.

Kalau kamu lupa kapan terakhir anjingmu diberi obat cacing, itu tandanya sudah waktunya ke dokter hewan. Bawa sampel tinjanya sekalian biar sekali jalan, dokter bisa cek jenis cacingnya dan langsung kasih obat yang tepat. Cacingan memang jarang terlihat, tapi dampaknya ke pertumbuhan dan daya tahan tubuh anjing nyata, dan jadwal rutin jauh lebih murah daripada mengobati cacing jantung yang sudah telanjur bersarang.