Hewan peliharaan tidak bisa memberi tahu kita saat mereka merasa sakit. Karena itu, pemilik yang jeli harus mampu membaca tanda-tanda lewat perubahan perilaku, nafsu makan, dan kondisi fisik. Makin cepat gejala dikenali, makin besar peluang pemulihan.
Banyak penyakit pada kucing dan anjing berkembang diam-diam. Berikut tanda-tanda penting yang wajib Anda waspadai agar bisa bertindak cepat sebelum kondisi memburuk.
Hewan yang sehat umumnya punya nafsu makan yang stabil. Kehilangan nafsu makan secara tiba-tiba, apalagi disertai penurunan berat badan, adalah salah satu indikator paling umum dari masalah kesehatan. Sebaliknya, rasa haus yang berlebihan bisa menandakan gangguan ginjal atau diabetes.
Amati kebiasaan makan hewan Anda selama dua hingga tiga hari. Jika ia menolak makan lebih dari 24 jam — atau 12 jam untuk anak kucing dan anak anjing — segera hubungi dokter hewan.
Hewan yang biasanya aktif tiba-tiba menjadi lesu, lebih banyak tidur, atau enggan bermain patut dicurigai sedang tidak sehat. Sebaliknya, hewan yang biasanya tenang bisa menjadi gelisah, agresif, atau sering bersembunyi ketika merasa sakit.
Kucing yang sakit cenderung menyendiri dan bersembunyi di tempat gelap, sedangkan anjing bisa menjadi lebih lengket atau justru menarik diri. Perubahan kepribadian yang mencolok selalu layak untuk diperhatikan.
Beberapa gejala fisik adalah tanda darurat yang tidak boleh ditunda, di antaranya muntah atau diare yang berulang, kesulitan bernapas, batuk terus-menerus, demam, kejang, atau perut yang membuncit dan keras saat disentuh.
Perhatikan juga kondisi bulu dan kulit. Bulu yang kusam, rontok berlebihan, atau munculnya bercak merah dan gatal bisa menandakan parasit, alergi, atau gangguan kulit. Kebersihan dan kilau bulu adalah cerminan kondisi kesehatan secara umum.
Jika hewan peliharaan menunjukkan tanda darurat seperti kejang, kesulitan bernapas, atau tidak sadarkan diri, jangan menunggu — segera bawa ke klinik hewan terdekat.
Mata yang berair, merah, atau mengeluarkan kotoran bisa menandakan infeksi. Hidung yang kering dan pecah-pecah, meski tidak selalu berarti sakit, patut dicermati bila disertai gejala lain. Periksa juga gusi — gusi yang pucat atau kebiruan menandakan masalah sirkulasi, sedangkan gusi kuning bisa mengindikasikan gangguan hati.
Bau mulut yang menyengat dan terus-menerus juga bukan hal sepele. Pada anjing dan kucing, bau mulut yang kuat bisa menjadi tanda penyakit gusi, infeksi gigi, atau gangguan pencernaan.
Perhatikan frekuensi dan tampilan buang air hewan Anda. Diare, sembelit, kencing berdarah, atau perubahan mendadak pada frekuensi buang air kecil adalah tanda yang perlu ditindaklanjuti. Untuk kucing, kesulitan buang air kecil pada kucing jantan adalah kondisi darurat yang mengancam nyawa.
Sebagai panduan umum, bawalah hewan Anda ke dokter hewan jika gejala berlangsung lebih dari 24 jam, disertai penolakan makan, muntah atau diare berulang, atau jika hewan tampak kesakitan. Pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali juga sangat dianjurkan, bahkan saat hewan terlihat sehat.
Catat perubahan yang Anda amati — kapan dimulai, seberapa sering terjadi, dan gejala lain yang menyertai. Informasi ini sangat membantu dokter hewan menegakkan diagnosis lebih cepat.
Mengenali tanda-tanda sakit sejak dini adalah bentuk kasih sayang terbaik yang bisa Anda berikan. Semakin cepat Anda bertindak, semakin cepat pula hewan kesayangan kembali sehat dan ceria.
