Membawa hewan peliharaan ikut bepergian memang menyenangkan, tetapi tidak semua hewan menikmatinya. Banyak kucing dan anjing yang justru stres, muntah, atau gelisah begitu diajak naik mobil maupun pesawat. Kondisi ini — yang sering disebut mabuk perjalanan (motion sickness) dan kecemasan perjalanan — bisa membuat liburan jadi melelahkan, baik bagi hewan maupun pemiliknya. Artikel ini membahas secara mendalam cara mengatasi stres dan mabuk perjalanan pada hewan peliharaan, mulai dari penyebab, tanda-tanda, hingga langkah pencegahan dan penanganannya. Untuk gambaran menyeluruh seputar persiapan bepergian, baca juga Panduan Lengkap Traveling Bersama Hewan Peliharaan.

Kenapa Hewan Bisa Stres dan Mabuk Saat Traveling?

Stres dan mabuk perjalanan pada hewan umumnya berasal dari dua hal: perubahan lingkungan dan gangguan keseimbangan. Hewan peliharaan sangat terikat pada wilayah dan rutinitasnya, sehingga berpindah ke tempat yang asing bisa memicu kecemasan. Sementara itu, mabuk perjalanan terjadi ketika sinyal dari telinga bagian dalam (sistem keseimbangan) tidak sinkron dengan apa yang dilihat mata — misalnya saat tubuh terasa bergerak tetapi pemandangan di dalam carrier terlihat diam. Anak kucing dan anak anjing cenderung lebih sering mabuk karena sistem keseimbangannya belum matang, meski sebagian besar akan berkurang seiring bertambah usia. Bau kendaraan yang asing, suara bising, dan guncangan turut memperparah kondisi ini.

Tanda-Tanda Stres dan Mabuk Perjalanan

Sebelum mencari solusinya, kenali dulu tanda-tandanya. Hewan yang mabuk perjalanan biasanya menunjukkan: liur berlebih (hipersalivasi), menjilat bibir terus-menerus, muntah, diare, lesu, atau menolak makan. Sementara hewan yang stres cenderung mengeong atau menggonggong berlebihan, terengah-engah, gemetar, mencakar carrier, buang air sembarangan, atau justru diam membeku. Penting membedakan gejala ini dengan penyakit lain — beberapa tanda mirip tanda-tanda hewan peliharaan sakit, jadi pastikan hewan dalam kondisi sehat sebelum berangkat.

1. Biasakan Hewan dengan Perjalanan Sejak Jauh Hari

Kunci utama mencegah stres perjalanan adalah desensitisasi, yaitu membiasakan hewan secara bertahap. Mulailah dengan perjalanan singkat 5–10 menit di sekitar rumah, lalu tingkatkan durasinya perlahan dalam beberapa minggu sebelum keberangkatan. Akhiri setiap sesi dengan pengalaman positif seperti camilan atau mainan favorit, sehingga hewan mengasosiasikan kendaraan dengan hal yang menyenangkan. Jangan langsung membawa hewan ke perjalanan jauh tanpa latihan — perubahan mendadak justru memperkuat rasa takutnya.

2. Jadikan Carrier Tempat yang Aman dan Dikenali

Bagi kucing dan hewan kecil, carrier bukan sekadar kotak pengangkut, melainkan “gua” pengaman. Biarkan carrier terbuka di rumah beberapa hari sebelum perjalanan, alasi dengan selimut atau alas yang sudah berbau rumah, dan taruh camilan di dalamnya agar hewan mau masuk dengan sukarela. Saat di perjalanan, tutupi carrier dengan kain tipis untuk mengurangi stimulasi visual — teknik ini sangat membantu menenangkan kucing. Untuk anjing, gunakan car seat, harness pengaman, atau pet barrier agar posisinya stabil dan tidak terombang-ambing.

Semprotkan feromon penenang (seperti Feliway untuk kucing atau Adaptil untuk anjing) ke dalam carrier sekitar 15–20 menit sebelum berangkat. Feromon sintetis ini meniru aroma alami yang menenangkan dan terbukti membantu mengurangi kecemasan perjalanan.

3. Atur Waktu Makan dan Minum dengan Tepat

Memberi makan terlalu dekat dengan waktu keberangkatan bisa memperparah mabuk perjalanan dan memicu muntah. Beri makan ringan sekitar 3–4 jam sebelum berangkat, dan jangan memberikan makanan berat tepat sebelum naik kendaraan. Sebaliknya, pastikan hewan tetap terhidrasi — sediakan air setiap kali berhenti untuk istirahat. Untuk kucing yang menolak minum saat bepergian, pertimbangkan menambahkan sedikit air ke makanannya atau menggunakan wet food sebagai sumber cairan.

4. Jaga Suhu, Sirkulasi Udara, dan Kurangi Guncangan

Kabin yang panas dan pengap memperburuk stres serta meningkatkan risiko heatstroke. Atur AC agar tetap sejuk, hindari menjemur carrier di bawah sinar matahari langsung, dan pastikan sirkulasi udara mengalir. Buka sedikit jendela untuk udara segar, tetapi jangan sampai hewan bisa menjulurkan kepala keluar. Berkendaralah dengan halus — hindari akselerasi dan pengereman mendadak — serta berhenti setiap 2–3 jam agar hewan bisa buang air dan meregangkan tubuh. Untuk tips menjaga kenyamanan hewan saat cuaca ekstrem, lihat Panduan Lengkap Perawatan Hewan Peliharaan Sesuai Musim & Cuaca.

5. Pertimbangkan Obat Mabuk dan Suplemen Penenang

Jika cara non-obat belum cukup, konsultasikan ke dokter hewan mengenai obat mabuk perjalanan atau obat penenang ringan. Obat seperti meclizine atau dimenhydrinate sering diresepkan untuk mengatasi muntah pada anjing, sementara gabapentin atau trazodone kadang digunakan untuk kecemasan pada kucing. Jangan pernah memberikan obat manusia tanpa resep karena dosisnya berbeda dan bisa berbahaya.

Jangan sekali-kali memberikan obat tidur atau penenang manusia kepada hewan. Beberapa obat, seperti paracetamol, sangat beracun bagi kucing dan anjing. Selalu gunakan obat yang diresepkan dokter hewan dengan dosis yang tepat.

Kapan Harus Membawa Hewan ke Dokter?

Jika hewan mengalami muntah atau diare berkepanjangan, menolak makan lebih dari 24 jam, atau menunjukkan tanda dehidrasi (gusi kering, mata cekung), segera cari bantuan dokter hewan. Gejala stres yang berlangsung lama setelah tiba di tujuan juga perlu diperiksakan. Ingat, pencegahan selalu lebih baik — persiapan matang sejak sebelum berangkat adalah cara terbaik menghindari masalah di tengah jalan.

Apakah kucing lebih mudah mabuk perjalanan daripada anjing?

Kucing tidak selalu lebih mudah mabuk, tetapi umumnya lebih mudah stres saat bepergian karena sifat teritorialnya. Mabuk perjalanan sebenarnya lebih sering dilaporkan pada anak kucing dan anak anjing, sementara kecemasan perjalanan lebih dominan pada kucing dewasa. Keduanya bisa diatasi dengan desensitisasi bertahap dan carrier yang dikenali.

Berapa lama sebelum berangkat sebaiknya hewan diberi makan?

Sebaiknya beri makan ringan sekitar 3–4 jam sebelum berangkat agar lambung tidak penuh saat perjalanan dimulai. Untuk perjalanan singkat di bawah 2 jam, Anda bisa menunda makan hingga tiba di tujuan, namun pastikan akses air minum tetap tersedia.

Bolehkah memberikan obat anti-mabuk untuk manusia pada hewan?

Tidak disarankan. Dosis dan metabolisme obat pada hewan berbeda dengan manusia, dan beberapa obat manusia sangat beracun bagi kucing dan anjing. Konsultasikan selalu ke dokter hewan agar mendapat obat serta dosis yang aman dan sesuai kondisi hewan Anda.

Mengatasi stres dan mabuk perjalanan pada hewan peliharaan memang butuh kesabaran, tetapi hasilnya sepadan. Dengan membiasakan hewan sejak dini, menyiapkan carrier yang nyaman, mengatur waktu makan, dan menjaga suasana perjalanan tetap tenang, Anda bisa membawa anabul bepergian tanpa drama. Untuk persiapan menyeluruh mulai dari dokumen hingga akomodasi, jangan lewatkan Panduan Lengkap Traveling Bersama Hewan Peliharaan.