Burung parkit, atau yang juga dikenal sebagai budgie (budgerigar), adalah salah satu burung peliharaan paling populer di dunia. Ukurannya kecil, warnanya cerah, perawatannya relatif mudah, dan harganya terjangkau, sehingga sering menjadi pilihan pertama bagi pemula maupun keluarga. Jika kamu masih ragu memilih hewan peliharaan untuk si kecil, simak dulu panduan memilih hewan peliharaan yang cocok untuk anak. Meski tergolong mudah dirawat, parkit tetap butuh perhatian khusus agar sehat, jinak, dan berumur panjang. Panduan ini akan membantumu mempersiapkan kandang, memilih pakan, hingga menjinakkan parkit peliharaanmu langkah demi langkah.

Mengenal Burung Parkit (Budgie)

Parkit berasal dari Australia dan termasuk keluarga parakeet, yaitu burung betet berukuran kecil. Di alam liar mereka hidup berkelompok dalam kawanan besar, sehingga sifatnya sangat sosial dan senang ditemani. Karena itu, parkit yang dipelihara sendirian membutuhkan interaksi lebih banyak dari pemiliknya. Jika kamu bekerja seharian dan jarang berada di rumah, pertimbangkan memelihara sepasang parkit agar tidak stres dan kesepian.

Memilih Parkit yang Sehat

Pilihlah parkit dari peternak atau toko burung yang terpercaya. Parkit muda umumnya lebih mudah dijinakkan dibandingkan yang sudah tua. Ciri parkit sehat: mata cerah dan tidak berair, lubang hidung (cere) bersih tanpa lendir, bulu rapi dan mengkilap, dada berisi (tidak kurus), serta aktif bergerak. Hindari burung yang duduk diam, bulu kusut, atau kotorannya encer dan menempel di bulu bawah ekor.

Tips: Tanyakan umur parkit pada penjual. Parkit muda memiliki garis-garis (barring) pada dahi hingga ke cere dan mata berwarna gelap penuh, sedangkan parkit dewasa dahinya cenderung polos.

Kandang dan Perlengkapan

Meski parkit berukuran kecil, jangan memilih kandang yang terlalu sempit. Idealnya panjang minimal 45 cm untuk satu ekor, dan lebih lebar jika memelihara sepasang. Pilih kandang dengan jeruji horizontal agar parkit mudah memanjat. Letakkan kandang di tempat yang terang namun tidak terkena sinar matahari langsung sepanjang hari, serta jauh dari angin kencang, dapur berasap, dan AC yang terlalu dingin. Lengkapi kandang dengan tangkringan dari kayu alami (bukan plastik atau dowel polos), tempat makan dan minum yang mudah dibersihkan, serta mainan seperti ayunan, tangga, dan mainan kunyah.

Pakan dan Nutrisi

Pakan utama parkit adalah campuran biji-bijian (milet, kenari seed, oat) atau pelet khusus parkit yang lebih bernutrisi. Jangan hanya memberi milet putih karena rendah gizi. Tambahkan sayuran segar setiap hari seperti sawi, bayam, wortel parut, brokoli, dan jagung muda. Buah seperti apel (tanpa biji) dan pepaya boleh diberikan sesekali sebagai camilan. Sediakan juga cuttlebone (tulang sotong) atau batu mineral untuk memenuhi kebutuhan kalsium, dan ganti air minum setiap hari. Hindari memberi alpukat, cokelat, kafein, bawang, serta makanan asin atau berminyak karena beracun bagi parkit.

Menjinakkan Parkit

Jinakkan parkit secara bertahap dan penuh kesabaran. Minggu pertama, biarkan ia beradaptasi dengan kandang dan suara di sekitarnya. Duduklah di dekat kandang sambil berbicara pelan setiap hari agar ia terbiasa dengan kehadiranmu. Setelah tidak lagi panik saat kamu mendekat, mulai tawarkan milet atau camilan dari tangan melalui jeruji kandang. Jika sudah berani, buka pintu kandang dan biarkan ia keluar sendiri menuju tangkringan atau tanganmu. Jangan pernah memaksa atau menangkapnya, karena itu akan merusak kepercayaan. Proses penjinakan bisa memakan waktu berminggu-minggu, dan itu hal yang wajar.

Perawatan Harian dan Kebersihan

Bersihkan dasar kandang dari kotoran setiap hari, cuci tempat makan dan minum, serta ganti air minum. Seminggu sekali, bersihkan kandang menyeluruh dengan air hangat dan sikat. Parkit senang mandi; sediakan wadah air dangkal atau semprotkan air halus seminggu 2–3 kali agar bulunya bersih. Potong kuku jika sudah terlalu panjang, dan pastikan kandang selalu aman dari predator seperti kucing.

Tanda Parkit Sakit

Parkit pandai menyembunyikan penyakit, jadi perhatikan perubahan perilaku sekecil apa pun. Waspadai jika parkit tiba-tiba diam dengan bulu mengembang terus-menerus, nafsu makan menurun, kotoran encer atau berubah warna, sering bersin atau mengeluarkan lendir dari hidung, serta duduk di dasar kandang. Jika menemukan tanda-tanda ini, segera pisahkan dari burung lain dan bawa ke dokter hewan yang menangani burung. Untuk mengenali gejala sakit pada hewan peliharaan secara umum, kamu bisa membaca panduan tanda-tanda hewan peliharaan sakit.

Kesimpulan

Parkit adalah burung peliharaan yang menyenangkan, cerdas, dan relatif mudah dirawat selama kebutuhan dasarnya terpenuhi: kandang yang cukup luas, pakan bernutrisi, kebersihan terjaga, dan interaksi rutin dari pemilik. Jika kamu masih mempertimbangkan jenis burung lain, bandingkan dengan cara merawat burung lovebird agar menemukan burung yang paling cocok untukmu.